Pengulangan tanpa makna

3 tahun lalu, hampir setiap hari kulewati tempat ini di pagi hari dengan bayang-bayang hukuman apa lagi yang akan kuterima hari ini oleh wakasek sekolah ku yang tanpa pamrih mengumpulkan anak-anak yang terlambat datang untuk menimba ilmu hari ini.

Walau kubenci mengakuinya, buah hasil dari kata-katanya perlahan mengubahku secara perlahan. Memang menyakitkan tetapi kata-kata beliau bagai tamparan yang menyadarkan ku dari mimpi indah yang melarutkanku kedalam kenyamanan yang menghindari tanggung jawabku sebagai siswa dan anak dari orang tua yang mengharapkan suatu masa depan yang cerah bagi diriku sendiri dan orang disekitarku tentunya.

Sering terlambat membuatku sering dicap sebagai pemalas oleh beberapa guruku dulu. Namun, kenapa orang malas sering dimarahi? bukankah dia tidak melakukan apa-apa?

Published by ghyoverdose

Newbie street photographer Enjoy :)

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started